Cari Blog Ini

Minggu, 30 Oktober 2011

Produksi dan Kualitas


PEMBAHASAN
A.     PRODUKSI
1.        Pengertian produksi
Produksi adalah kegiatan perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa dari bahan-bahan atau sumber-sumber faktor produksi dengan tujuan untuk dijual lagi.
Adapun proses produksi menurut pembagian yang macam-macam digolongkan menjadi 4 golongan :
1.      Sifat produk
2.      Tipe proses produksi (jangka waktu produksi).
3.      Berdasarkan manfaat yang diciptakan.
4.      Teknik (sifat) proses produksi.

2.        Sifat Produk
Sifat produk menjadi suatu proses produksi dari suatu produk tertentu akan lain dengan sifat produk yang berbeda. Hal ini biasanya dibedakan apakah produk yang akan diproduksikan mencerminkan sifat khusus dari konsumsi pembeli (spesifik) ataukah produk yang akan diproduksi merupakan produk standar yang didasarklan pada keputusan perusahaan.
a.       Produk spesifik.
Kalau pembeli menginginkan adanya spesifikasi tertentu dari produk yang diinginkan sedangkan jumlahnya hanya terbatas maka proses produksi yang dipakai adalah proses produksi pesanan. Contohnya : produk meuble, pakaian, sepatu dan sebagainya.

b.      Produk standar
Produk standar yang menjadi keputusan perusahaan akan mengakibatkan proses produksi yang dipakai akan berbeda dengan proses produksi untuk produk pesanan, karena perusahaan yang membuat produk standar berati perusahaan tersebut membuat produk yang ukurannya standar (sama) dan jumlahnya sangat banyak, karena bertujuan untuk persediaan maupun dikirimkan kepada pembei atau penyalur. Contohnya : televisi, lemari es, sikat gigi, pakaian bayi dan sebagainya.

3.        Tipe proses produksi
Tipe proses produksi ditinjau dari arus bahan mentah sampai menjadi barang jadi dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu :
a.       Tipe proses produksi terus-menerus (Continuous Process)
Proses produksi yang terus menerus akan terjadi jika perusahaan yang berproduksi membutuhkan waktu yang lam untuk mempersiapkan peralatan atau mesin dan jenis mesin tersebut hanya bervariasi sedikit saja karena biasanya sudah ditentukan pola dan jenisnya yang khusus untuk menghasilkan produk secara besar-besaran dari bahan mentah sampai dengan menjadi barang jadi dengan pola urutan yang pasti juga dan kegiatan tersebut akan berjalan terus dalam jangka waktu lama.
            Tipe proses produksi terus menerus ini biasanya terjadi pada industri-industri yang hanya mempunyai satu shift operasi maupun kegiatan tersebut tidak terhenti dalam jangka waktu yang lama serta barang yang dihasilkan hampir mempunyai bentuk yang hampir sama. Contonya : perusahaan semen, tekstil, mobil dan sebagainya.

b.      Tipe proses produksi terputus-putus
Pola produksi yang terputus-putus ini terjadi karena sering terhentinya mesin atau alat produksi untuk menyesuaikan dengan keinginan produk akhir yang akan diciptakan.
Tipe ini digunakan pada perusahaan-perusahan yang produksinya berdasarkan pesanan dari konsumen (pembeli yang akan membeli). Misalnya : meubel, pengecoran logam, pakaian dan sebagainya.

4.        Manfaat yang diciptakan
Berdasarkan manfaat yang diciptakan proses produksi bisa dilakukan dengan cara yang berbeda-beda tergantung manfaat yang diciptakan. Berdasarkan hal tersebut diatas, kegiatan atau manfaat dapat dibagi menjadi 5 manfaat yaitu :
a.       Manfaat dasar (primary utility)
Manfaat dasar akan terjadi jika kegiatan yang dilakukan perusahaan merupakan kegiatan yang bergerak dalam bidang pengambilan dan penyediaan barang-barang atau hasil-hasil dari sumber yang sudah tersedia oleh alam. Misalnya : perusahaan tambang, perikanan dan lain-lain.

b.      Manfaat bentuk (form utility)
Proses produksi yang menciptakan manfaat bentuk adalah meubel. Proses produksi ini terjadi setelah manfaat dasar dilakukan kemudian baru dilakukan proses selanjutnya untuk menciptakan manfaat yang lebih baik lagi.

c.       Manfaat waktu (time utility)
Manfaat waktu dihubungkan dengan kenaikan nilai barang yang mempunyai selisih waktu. Misalnya :disimpan di pergudangan (bulog) setelah harga-harga naik maka beras yang tidak habis dalam masa turunnya harga karena waktu berjalan terus menyebabkan nilai beras tersebut bertambah.

d.      Manfaat tempat (place utility)
Manfaat tempat dapat kita lihat pada perusahaan transportasi. Apakah itu perusahaan kereta api, kendaraan, truk maupun pesawat udara akan menyebabkan bertambahnya manfaat barang yang dipindahkan tersebut. Contoh : hasil-hasil pertanian yang diangkut ke kota.

e.       Manfaat milik (Ownership utility)
Manfaat milik adalah usaha untuk memidahkan barang dari hak milik orang yang satu ke orang yang lain. Contohnya : pedagang, toko, distributor, pengecer dan sebagainya.

5.        Teknik proses produksi
Penggolongan proses produksi menurut teknik atau sifat proses produksi akan mencantumkan jenis atau bentuk pokok yang dipakai dalam proses produksi. Berdasarkan tekniknya dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu :
a.       Proses ekstraktif
Proses produksi yang dijalankan dengan mengambil langsung dari sumber alam yang telah tersedia. Misalnya : proses penambangan, perusahaan perikanan, perkebunan dan sebagainya.



b.      Proses Analitis
Proses analitis adalah proses untuk menguraikan atau memisahkan dari suatu bahan mentah tertentu menjadi beberapa macam bentuk yang menyerupai jenis aslinya. Contohnya: pertamina.

c.       Proses Fabrikasi
Seperti proses analitis tetapi dalam menggunakan alat seperti mesin, gergajinya menjadikan bentuk baru beberapa macam tanpa harus sejenis aslinya. Contohnya : pakaian, proses pembuatan sepatu dan sebagainya.

d.      Proses sintesis
Proses mengkombinasikan beberapa bahan (persenyawaan zat) dalam suatu bentuk produk. Contohnya : perusahaan kimia, obat-obatan, gelas, kaca dan sebagainya.

e.       Proses assembling
Proses asembling berati merangkaikan beberapa produk jadi atau setengah jadi menjadi produk baru (barang baru) tanpa merubah bentuk fisik susunan kimiawinya. Contoh : perusahaan karoseri mobil, IPTN, perusahaan alat listrik dan sebagainya.


B.       KUALITAS
1.        Konsep Kualitas
Masa dahulu, produk2 yang cacat (yang bisa menyebabkan kecelakaan, kerusakan dan pencemaran) tidak menjadi masalah utama, yang penting bisa memproduksi banyak. Dalam masa sekarang, sasaran produksi adalah menciptakan produksi yang bisa laku sehingga tekanannya beralih dari jumlah ke mutu.
Unsur-unsur dalam menilai mutu :
1.      Harga yang wajar
2.      Ekonomis
3.      Awet
4.      Aman
5.      Mudah digunakan
6.      Mudah dibuat
7.      Mudah dibuang

Unsur-unsur untuk memiliki produk yang unggul :
1.      Desain yang bagus
2.      Keunggulan dalam persaingan
3.      Daya tarik fisik
4.      Berbeda dan asli

2.        Kualitas / mutu
Kualitas adalah Suatu strategi dasar bisnis yang menghasilkan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen internal dan eksternal.


Oval: Mutu
                                     






Oval: Barang/pelayanan
Bermutu

Oval: Kepuasan Pelanggan

 



Produk atau jasa yang berkualitas adalah :
Ø      Bila produk atau jasa tersebut memenuhi atau bahkan melampaui harapan konsumen bukan saja satu kali tetapi berulangkali.
Ø      Memberikan kepuasan kepada pelanggan

Arti mutu dalam bidang industri jasa :
Mutu dalam industri jasa berarti memuaskan pelanggan melalui mutu pekerjaan dan mutu pelayanan.

Mengapa kualitas diperlukan :
1.      Konsumen menjadi lebih canggih dalam selera dan pilihan
2.      Kompetisi persaingan menjadi lebih ketat dan canggih
3.      Kenaikan biaya yang hanya dapat diatasi lewat perbaikan kualitas proses dan peningkatan produktivitas tanpa henti
4.      Krisis.


Cara memuaskan pelanggan :
1.      Product bermutu (Quality Product)
2.      Biaya yang lebih rendah (Lower cost)
3.      Tepat waktu (On time delivery)
Definisi Kualitas Menurut Para Ahli :
a.       Scherkenbach (1991): kualitas ditentukan oleh pelanggan; pelanggan menginginkan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan harapannya pada suatu tingkat harga tertentu yang menunjukkan nilai produk tersebut.
b.      Elliot (1993): kualitas adalah sesuatu yang berbeda untuk orang yang berbeda dan tergantung pada waktu dan tempat, atau dikatakan sesuai dengan tujuan.
c.       Goetch dan Davis (1995): kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berkaitan dengan produk, pelayanan, orang, proses yang memenuhi atau melebihi apa yang diharapkan.
d.      Perbendaharaan istilah ISO 8402 dan dari Standar Nasional Indonesia (SNI 19-8402-1991): kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dinyatakan secara tegas maupun tersamar. Istilah kebutuhan diartikan sebagai spesifikasi yang tercantum dalam kontrak maupun kriteria-kriteria yang harus didefinisikan terlebih dahulu.
Alasan peningkatan kualitas :
Ø      Kompetisi Global
Ø      Batas-batas Economi dan politik berangsurangsur hilang
Ø      Slogan “dari kita dan untuk kita” saat ini sudah tak berlaku lagi
Ø      Persaingan di bidang ekonomi semakin sengit

Keuntungan bagi peningkatan kualitas :
Ø      Mengurangi frekuensi pengerjaan ulang (rework), keslahan, penundaan,
Ø      Menggunakan waktu dan materialdengan lebih baik
Ø      Dapat mengurangi biaya produksi 15 -20%.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar